Nisa mengajak sepupunya, Rafa, untuk mengunjungi perpustakaan kota. Tapi, tujuan mereka ke sana bukan untuk membaca atau meminjam buku, melainkan untuk membuktikan keangkeran gedung perpustakaan. Benarkah akan ada penampakan yang muncul di hadapan mereka atau ini hanya rumor belaka?
Awalnya, Fania merasa kesulitan menghafal surat-surat Al-Quran. Pasti ada saja ayat yang terlupa. Namun, saat tahu bahwa ada ganjaran bagi orang yang menghafal dan mengamalkan Al-Quran, Fania jadi lebih semangat menghafal. Lalu, seperti apa usaha Fania, ya? Yuk, ikuti kisahnya!
Reyna dan Sera semangat banget membicarakan acara darmawisata sekolah. Berbanding terbalik dengan Rina yang lebih banyak diam. Tidak hanya itu, setiap kali Reyna dan Sera membahas darmawisata, Rina malah jadi kesal dan menjauhi mereka. Tidak biasanya mereka bertengkar karena hal sepele. Apa yang menyebakan Rina bersikap seperti itu, ya? Bisakah mereka menyelesaikan masalahnya dan tetap berteman…
Misel dan Mona kesulitan menghafal perkalian. Setiap kali ada tes perkalian, mereka sering salah menjawab dan terpaksa remedial. Mau tidak mau, mereka harus belajar lebih giat lagi. Tapi, bagaimana caranya menguasai perkalian dengan mudah, ya? Mampukah mereka menemukan tips-nya? Ikuti perjuangan Misel dan Mona belajar Matematika, yuk!
Adik hilang di taman bermain! Kakak dan Bang Reno sampai panik berkeliling mencari keberadaan Adik. Syukurlah, ternyata Adik ada di masjid. Tapi, kenapa Adik bisa sampai ke masjid, ya? Apa mungkin Adik sudah pintar shalat?
Di sekolah Ani, banyak siswa yang sering memanjat pohon jambu milik kepala sekolah dan memakan buahnya tanpa izin. Padahal, perbuatan itu sama saja dengan mencuri. Sudah diperingatkan pun tetap saja mereka bandel. Harus dengan cara apa ya, supaya mereka sadar pentingnya memakan makanan yang halal?
Adik tidak pernah menyangka akan berakhir liburan ke sebuah kolam renang angker. Mendengar cerita seramnya saja, sudah bikin ketakutan. Bagaimana jika kejadian misterius benar-benar dialaminya? Akankan ini jadi pengalaman liburan yang menyeramkan atau malah menyenangkan …?
Selama ini, Rio sering menyepelekan belajar. Mendekati waktu ujian pun, Rio malah terus-menerus main gim. Rio yakin bisa menjawab soal ujian dengan mudah tanpa perlu belajar. Tapi kenyataannya, Rio dapat nilai rendah dan harus ikut remedial. Akankah Rio menyesali sikapnya dan mulai serius belajar?
Keisha paling jago memberi saran. Saat teman-temannya ada masalah, Keisha selalu dijadikan tempat curhat. Keisha sampai dijuluki Psikolog Cilik oleh teman-temannya. Wah, wah, seperti apa ya, kesibukan Keisha membantu teman-temannya? Ikuti cerita Keisha si Psikolog Cilik, yuk!
Kalau sudah bermain dengan teman-temannya, Mirza suka lupa waktu. Ibu sampai khawatir karena Mirza jadi sering pulang terlambat dan telat makan. Bagaimana kalau nanti tubuhnya gampang terserang penyakit. Mendengar itu, Mirza mengerti kekhawatiran ibu. Lalu, akankah Mirza menuruti nasihat ibu untuk pulang tepat waktu dan tidak lagi telat makan?